Waspada! Ini Kesalahan Pemakaian Pelembab Wajah yang Sering Dilakukan

Produk pelembab sangatlah penting bagi kulit. Akan tetapi, rupanya banyak orang yang melewatkan langkah perawatan satu ini. Sebagian besar orang bahkan tampaknya tak peduli dengan kulit terhidrasi. Padahal, dehidrasi pada kulit akan dapat menyebabkan aneka masalah, mulai dari bruntusan hingga peradangan. Orang dengan tipe kulit berminyak juga umumnya akan menghindari pelembab. Penggunaan pelembab sendiri tetap dapat dilakukan oleh orang yang tipe kulitnya berminyak. Tidak perlu khawatir kondisi kulit semakin parah. Tidak sedikit juga orang yang masih salah dalam menggunakan pelembab. Berikut adalah 9 kesalahan umum orang terkait produk pelembab wajah dan fakta-fakta di baliknya.

9 Kesalahan Pemakaian Pelembab Wajah

  1. Melewatkan Tes Kulit Saat Membeli Pelembab

Sama seperti ketika kita mencoba shade lipstik pada punggung tangan, maka sebelum membeli pelembab kita juga harus mencoba kecocokannya pada kulit. Menurut dermatolog, produk pelembab yang hendak dibeli sebaiknya dicoba dulu di bagian leher, setidaknya seminggu sebelum mulai diaplikasikan ke semua permukaan wajah. Selain mencoba rasa dari produk tersebut, hal ini juga dilakukan agar produk pelembab dipastikan tidak menimbulkan reaksi alergi, menutup pori-pori maupun membuat beruntusan. Jika percobaan produk tak memungkinkan, pastikan cek kandugnan bahan di dalamnya yang kemungkinan berpotensi menyebabkan iritasi, misalnya retimol, BHA, AHA, phthalates, formaldehyde maupun ekstrak tumbuhan. Ini penting terutama jika kita memiliki kulit sensitif dan wajib menghindari paraben, fragrance serta minyak esensial.

www.pexels.com
  1. Tidak Memakai Pelembab Sesuai Jenis Kulit

Pemilihan produk pelembab haruslah disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Kita tidak sebaiknya menggunakan produk atas dasar rekomendasi orang lain atau turut menggunakan pelembab seperti yang digunakan orang lain. Kita bisa pilih sendiri sesuai formula yang ideal, baik dalam bentuk gel, krim, salep, foam maupun lotion. Pemilik kulit kering sebaiknya menggunakan pelembab yang mengandung ceramides dan hyaluronic acid. Kandungan ini akan melembabkan serta menjaga kelembutan tekstur kulit. Ceramides akan melindungi kulit dan hyaluronic acid dapat menahan air sehingga kulit akan senantiasa terhidrasi.

Bagi orang dengan kulit berminyak bisa digunakan produk bebas minyak ataupun serum yang tidak akan menimbulkan bruntusan di kulit. Contohnya adalah pertrolatum, minyak dengan konsentrasi berat serta alkohol. Lebih baik lagi jika menggunakan produk pelembab yang komposisi bahannya telah teruji klinis dapat mencegah bruntusan. Sebagai contoh ialah benzoyl peroxide, adapalene serta salicylic acid.

  1. Menggunakan Minyak Sebagai Pelembab

Minyak memang akan menghidrasi kulit dan turut serta dalam menenangkan kulit iritasi dan kering. Walau demikian, minyak tetap tidak dapat digunakan untuk menggantikan pelembab. Pelembab memiliki kandungan humectat sehingga dapat mendorong molekul air menuju ke dalam kulit. Sementara produk yang berbasis minyak justru mengandung emollient yang sekedar merawat kulit pada daerah permukaan. Oleh karenanya, penggunaan minyak seharusnya adalah setelah pelembab, baik pada siang ataupun malam hari.

www.pexels.com
  1. Pengaplikasian Pelembab ke Kulit Kering

Pelembab wajah akan dapat bekerja secara lebih efektif pada kulit yang masih dalam keadaan basah. Ini karena pelembab akan dapat meresap sempurna di kulit basah. Selain itu, pelembab akan terkunci dalam waktu lebih lama apabila kulit masih basah. Label kemasan pelembab juga menjelaskan bahwa aplikasi pelembab haruslah pada kulit bersih yang basah. Artinya, menggunakan pelembab di kulit kering adalah sebuah kesalahan. Untuk hasil maksimal, aplikasikan pelembab segera setelah mandi dan cuci muka. Menunggu selama beberapa menit atau bahkan berjam-jam setelah cuci muka sebelum mengaplikasikan pelembab ialah kebiasaan buruk yang justru dapat merusak kulit wajah.

  1. Salah Urutan Penggunaan Produk

Agar bisa mendapatkan manfaat yang maksimal, aplikasikan produk perawatan dalam urutan yang tepat. Termasuk di antaranya adalah produk pelembab. Mulailah dari produk paling ringan dan menuju ke produk paling berat. Sebagai contoh adalah apabila wajah kita termasuk berjerawat, rutinitas pemakaian perawatan kulit dimulai dari pembersihan wajah, obat jerawat atau obat penghilang bopeng, pelembab lalu tabir surya. Jangan sampai salah mengaplikasikan perawatan wajah berdasarkan urutannya ini.

  1. Tidak Menggunakan Pelembab Yang Mengandung SPF

Walau cuaca sedang tidak terlalu panas, namun kita harus tetap menggunakan produk tabir surya. Ini karena paparan sinar ultraviolet akan berpotensi menumbuhkan adanya kanker kulit serta kerutan dini. Usahakan pilih produk pelembab yang turut dilengkapi SPF di dalamnya. Perawatan kulit akan semakin maksimal jika kita memilih pelembab dengan kandungan SPF.

  1. Mengeksfoliasi Kulit Kering, Bukan Melembabkan

Saat melihat wajah kusam serta mengelupas, hal pertama yang terpikirkan mungkin ialah menggunakan produk scrub maupun peeling agar bisa melembutkan tekstur wajah. Padahal, wajah kering dan kusam adalah dua hal yang berbeda. Kulit mengelupas berarti kulit kita kurang terhidrasi. Eksfoliasi justru akan merusak perlindungan kulit serta menyebabkan peradangan. Ujung-ujungnya, kondisi kulit akan semakin bertambah parah. Pahami apa yang dibutuhkan oleh kulit masing-masing sebelum menggunakan produk pelembab sebagai metode dalam meningkatkan tingkat hidrasi kulit. Apabila kulit kita tengah dalam kondisi mengelupas, maka produk pelembab yang direkomendasikan adalah yang kaya akan kandungan emollient.

www.pexels.com
  1. Menggosok Terlalu Keras

Pelembab seharusnya diaplikasikan secara lembut di kulit sebagaimana saat kita melakukan pijatan ringan. Pijatan ringan ini sekaligus akan dapat melancarkan aliran darah serta membantu proses penyerapan produk. Menggosok kulit terlalu keras justru akan menyebabkan terjadinya overeksfoliasi. Selain itu, menggosok kulit terlalu banyak juga bisa melemahkan perlindungan kulit dan menimbulkan peradangan. Ini tentu akan membuat kulit semakin rentan akan infeksi mikroorganisme, misalnya jamur serta bakteri. Kulit akan menjadi sensitif serta mudah terkena iritasi.

  1. Menggunakan Krim Pagi di Malam hari

Tidak hanya menghabiskan uang secara percuma, pemakaian krim pagi pada lama hari juga akan memberi dampak negatif pada kulit. Kulit akan berada di puncak perbaikannya pada malam hari, di mana mayoritas sel akan berganti serta melakukan regenarasi saat kita tengah tertidur dan mencapai level REM (Rapid Eye Movement). Dalam kondisi seperti ini, kita seharusnya mengaplikasikan produk yang dapat membantu agar proses regenerasi kulit berjalan maksimal. Krim malam terutama dibuat dari bahan-bahan esensial, misalnya peptides serta retinol yang akan membantu memperbaiki serta menenangkan kulit. Krim malam juga biasanya akan lebih bergizi dan tebal, sehingga lebih tepat digunanakan sebagai perawatan pada malam hari. Selain itu, pada malam hari akan terjadi penurunan tingkat hidrasi kulit sehingga pelembab khusus sangat diperlukan.

www.pexels.com

Itulah beberapa kesalahan dalam pemakaian pelembab serta obat penghilang bopeng yang mungkin masih sering kita lakukan. Pemakaian yang benar serta sesuai aturan yang berlaku akan memastikan kita mendapat semua manfaat seperti yang dijanjikan. Selalu rawat kulit dengan produk-produk yang sesuai dengan jenis kulit masing-masing dan sesuai urutan yang disarankan untuk mendapat hasil optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *